In Event Oto Ngulik Oto

Pengalamanku Membuktikan Hemat BBM Mobil Datsun

Mejeng dulu. (Dokpri)

Mobil irit BBM? Pasti dong menjadi keinginan para pemiliknya. Siapa sih yang tak mau mobilnya irit. Nah tentu saja memilih mobil yang tepat dan mendukung performa hemat bahan bakar harus dipahami. Tapi jangan ngandalin mobilnya saja yang irit, perilaku mengemudi harus tetap diperhatikan dong. Percuma kalau mobil sudah berteknologi hemat bahan bakar, tapi yang mengemudi asal-asalan. Iya ga? Heheheeee

Beruntung aku berkesempatan mengikuti ajang Tantangan Hemat BBM bareng Datsun Go, Kompas Otomotif dan Kompasiana. Acara digelar pada Minggu, 21 Desember 2014. Banyak hal dan wawasan baru yang saya dapat. Selain menguji hemat bahan bakar Datsun Go juga mendapat teori dan mempraktikkan sendiri cara mengemudi mobil yang tepat agar performanya maksimal. Mengoperasikan mesin mobil dengan tepat ternyata berdampak pada penggunaan BBM yang irit.

Ada 21 Kompasianer yang terpilih untuk menerima tantangan uji hemat BBM Datsun Go. Terbagi menjadi 7 tim bersama dengan tim Kompas Otomotif, kami menjajal 7 buah Datsun Go Panca, yakni Datsun Go Panca (Hatchback) dan Datsun Go+ (Multi Purpose Vehicle/MPV). Aku bergabung di tim 4 bareng dengan Kompasianer Haris Maulana dan Putudjuanta. Didampingi rekan Jibril dari Kompas Otomotif. Mobil nomor 6 menjadi jatah kami untuk menguji Tantangan Hemat kali ini.

1419561507150401844
Mobil Datsun Go Panca dan Datsun Go+ yang digunakan di acara Tantangan Hemat BBM. (dok Kompasiana)
14195626761880630791
Saya dan tim nomor 4 menggunakan Datsun no 6. (Dokpri)

Sekitar pukul 08.00 WIB, ‘pasukan’ uji tantangan hemat BBM berangkat dari pelataran parkir gedung Kompas, di Palmerah Barat, Jakarta. Kami bertiga membagi tugas dalam tiga sesi mengemudi sesuai dengan jumlah cek poin. Cek point 1 di Taman Budaya Sentul City, Bogor Jawa Barat dikemudikan Harris Maulana. Cek Point 2 di Hotel Santika Taman Mini Indonesia indah (TMII) Jakarta dikemudikan oleh Putu. Cek point 3 menuju ke Gedung Kompas Gramedia, aku yang kemudikan.

Pilihan panitia uji tantangan hemat BBM cukup tepat. Dari ketika jalur yang dilewati menuju masing-masing cek point mempunyai karakter jalan yang berbeda. Ada jalur mulus di tol Jagorawi dan ada juga jalur hambatan macet di kota. Ketiga jalur itu tentu saja mempunyai karakter yang berbeda dan menghasilkan perform hemat BBM yang berbeda pula. Uji tantangan hemat ini oleh panitia dilombakan. 

Pemenangnya adalah tim yang mampu menghemat BBM selama menempuh perjalanan dari awal sampai akhir. Untuk keprluan itu, setiap mobil Datsun yang dikendarai dilengkapi dengan Digital Tachometer yang terpasang di menu samping kanan bawah Speedometer. Disitu dapat dilihat dengan jelas angka digital sebagai indicator penunjuk pemakaian BBM. Jadi penghitungan cukup akurat. 

Tentu pengemudi harus benar-benar melakukan cara mengemudi yang benar memaksimalkan mesin mobil agar performanya maksimal sehingga irit BBM. Wah jadi mesti fokus dan berdaya upaya mengemudi agar konsumsi bahan bakar lebih efesien.

Beruntung Mas Aris F. Harvenda dari redaksi Kompas Otomotif memberikan tipsnya untuk berkendara berhemat BBM. Menurutnya pemakaian hemat BBM dipengaruhi juga saat memainkan pedal gas, mainkan gas dengan halus. 

Sebaiknya tidak mengoperasikan mesin diatas 2000 RPM (revolution per minute). Manfaatkan secara maksimal momentum kendaraan, sebisa mungkin menjaga jarak yang tepat dengan kendaraan di depan. Tips yang bermanfaat dan menjadi bekal bagi peserta. Saatnya mempraktikkannya.

Datsun Go Panca 1,2 yang kami kendarai, pada jalur pertama meliputi jalur dalam kota dan tol. Tak banyak hambatan di jalur dalam kota, pasalnya pada Minggu pagi arus lalu lintas tidak begitu ramai. Jadi Harris sebagai driver pertama, leluasa untuk untuk memaksimalkan teori berkendara hemat BBM. 

Menjaga jarak laju kendaraan dengan kendaraan di depan. Menjaga stabilitas kecepatan kendaraan. Dan itu bisa dilakukan dengan baik karena ruang pergerakan kendaraan tersedia. Memasuki tol dalam kota dan Jagorawi yang tak ramai, dengan cekatan mobil Datsun Go Panca Nopol B 1266 TYX bisa dikuasai dengan baik.
14195625861783265362
Suasana Jagorawi cukup lancar. (Foto Gandendra)

Aku duduk di jok penumpang dapat merasakan kenyamanan mobil yang meluncur mulus tanpa goyangan di speed yang melaju berkisar 80an km/jam. Selepas dari pintu tol Cibubur laju mobil kembali normal distabilkan. Angka indicator beranjak naik mulai 15 km/l, tanda pemakaian BBM mendekati efesiensinya. 

‘Memainkan’ pedal gas dan rem yang harmonis berdampak bagus pada digital Tachometer yang menunjuk di angka tertinggi 22,1 km/l !! Catatan yang bagus, melebihi angka klaim dari Datsun sendiri di angka 22.00 km/l. Jarak 55,4 km dari titik start dari Palmerah Barat hingga Sentul ditempuh kurang dari sejam.


Hal serupa terjadi di jalur cek point kedua saat start dari Taman Budaya Sentul Bogor menuju Hotel Santika TMII. Jarak tempuh sekitar 41 km melalui jalur tol Jagorawi. Driver kedua Putu cukup mudah mengemudi di jalur yang memang cukup mendukung.

Memainkan momentum kendaraan dengan kecepatan terjaga, menghasilkan rekor untuk hemat BBM kali ini. Lebih penting lagi menjaga agar RPM mesin kendaraan tidak melampaui batas maksimal 2000 rpm. Batas maksimal perform mesin di penggunaan BBM yang maksimal. Hasilnya sangat menggembirakan, Datsun Go Panca berhasil tembus 22,6 km/l saat sebelum keluar tol TMII. 

Catatan ini belakangan diketahui paling baik dibanding rekan tim lainnya. Putu berhasil memaksimalkan mengoperasikan Datsun berhemat BBM. Hingga sampai di Cek Point 2, Hotel Santika pemakain BBM mobil Datsun nomor 6 menduduki rangking pertama. Salut buat teman-teman satu tim, dan salut buat Datsun Go.

14195616811274007138
Hotel Santika (kompasiana)

Titik cek point 2 ini menjadi pilihan tepat untuk menambah energi para driver alias makan siang. Soalnya jam makan siang sudah tiba. Ini penting buatku sebagai driver ketiga alias terakhir, agar bisa tetap konsentrasi dalam mengemudi. Tak lucu dong kalau perut lapar, bisa gemetaran nanti saat melajukan Datsunnya. Hehehe.

Di Krakatau Restoran hotel Santika TMII Jakarta inilah kami menikmati makan siang ala hotel bintang 3. Tak hanya itu selepas makan siang digelar sesi pengenalan hotel dengan Pak Ridwan selaku Asisten Manajer Food & Beverage(F&B) Hotel Santika TMII yang beralamat di Jalan Pintu 1 TMII, Jakarta Timur. Wah jadi bukan hanya tambah wawasan soal otomotif namun juga lebih mengenal ‘dapur’ nya Hotel Santika yang terkenal dengan mengangkat nuansa lokal Indonesia ini.

14195618671998775990
Sesi dengan Pak Ridwan dari Hotel Santika TMII. (Kompasiana)

Dalam suasana santai, Pak Ridwan menjelaskan beberapa hal seperti soal kapasitas hotel memiliki 123 rooms dan suites. Kelas beragam mulai dari Superior, Deluxe, Deluxe Suite, Arjuna Suite Executive Suite. Ada juga Kraton Suite Penthouse. 

Dukungan kapasitas mentereng kamar ditambah dengan menu kuliner yang beragam. Komposisinya 80 persen adalah menu kuliner nusantara. Salah satunya adalah yang disajikan saat tim ‘Tantangan Hemat’ dijamu makan siang. Ada nasi rames, bakso khas nusantara, aneka desert, buah, dan lain-lain.

14196082951442112497
Menu lokal Hotel Santika. (Foto Ganendra)
1419608344705056332
Nasi rames nan ngangenin. (Foto Ganendra)
1419608450480466132
Menu desert nan menggiurkan. (Foto Ganendra)

Konsep lokal lainnya adalah program acara Pesta Rakyat. Pesta yang direncanakan sarat dengan aneka nuansa lokal tradisional kebanggan Indonesia. Para tamu hotel nantinya bisa menikmati beragam sajian kedaerahan yang sensasional dan kental dengan passion Indonesia. 

Tentu saja sajian hiburan musik bernuansa Indonesia ditunjang pula dengan menu kulinernya. Menu lokal yang rutin disajikan saat hari-hari tertentu, misalnya menu Sunda yang digelar tiap kamis dengan tajuk Sundanese Food Festival. Selain itu ada juga perform music seperti “Let’s Sing On Monday” yang digelar pada setiap Senin malam. Juga pentas music live setiap Rabu malam.

Salut juga dengan konsep lokal cinta budaya dalam negeri Hotel Santika TMII ini. Apresiasi untuk komitmen menjadikan identitas lokal sebagai dukungan terhadap produk dan budaya Indonesia. Pada kesempatan itu, Mas Aris kembali mengingatkan soal mengemudi untuk berhemat bahan bakar dengan tipsnya. Biar ga lupa kalii yaaa.

Bertugas menguji berkendara Datsun Go di jalur terakhir ini, aku membayangkan jalur yang berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya jalur cukup leluasa dan terbuka, maka jalur kota berbeda banget. Ada kemacetan yang harus dihadapi. Tau dong, jalur TP Simatupang, Pondok Indah kayak apa. meski hari libur, tetap saja macet dan ramai. 

Tapi justru menjadi tantangan tersendiri buatku. Menguji kesabaran terhadap kondisi lalu lintas serta tak lagi ‘main-main’ gas sembarangan dan main geber heheee. Ingat karena ini tantangan hemat BBM. benar-benar harus mengubah perilaku berkendara.

Keluar dari Hotel Santika TMII, rombongan beriringan keluar. Saat di depan TMII sudah menghadapi kemacetan meski belum cukup parah. Aku berusaha mempraktikan berkendara dengan menjaga putaran mesin di RPM tak lewat dari angka 2000. Susah juga dengan kondisi jalanan ramai. Praktis gigi perseneling ‘bermain’ di kisaran gigi 1-3. Kecepatan berkisar diantara 40an km/jam.

Ada kendala tersendiri yang saya rasakan. Menggunakan momentum kendaraan sebaik-baiknya, dengan menjaga jarak mobil ternyata tak mudah dilakukan. Tahu khan, kalau ada jarak senggang sedikit saja, maka akan diserobot kendaraan lain. Benar-benar menguji kesabaran. Aku sih tetap konsentrasi melajukan kendaraan dengan kecepatan stabil dan sering melihat ke Tachometer. 

Awalnya masih berkisar di angka 20 km/l. Kakiku selalu berusaha untuk tidak menginjak gas secara mendadak, begitu pula rem-nya. Sehalus mungkin kumainkan. Mempertahankan putaran roda sebisa mungkin tidak terhenti. Ingat jangan main geber, apalagi saat kondisi kendaraan terpaksa harus berhenti. Ingat tetap masuk gigi perseneling satu untuk ‘angkatan’ laju mesin mobil.

Aku melajukan mobil senyaman mungkin, memainkan momentum kendaraan secara tepat dan seefesien mungkin. Melaju sepanjang jarak tempuh kira-kira 24 km dengan sabar. Laaa ramai lalu lintas terjadi hingga selepas arteri Pondok Indah. Angka tachometer sempat turun, dan turun. Hingga masuk parkir gedung Kompasiana angkanya mencapai 19.00 km/l. 
Sayangnya saat parkir turun satu setrip menjadi 18.9 km/l. Namun lumayan juga sih disbanding tim lainnya. Catatan ini hanya kalah dari tim redaksi Mas Aris, yang mencatat diatas 19.00 km/l. Namun demikian, tim kami, tim 4 untuk kelas Datsun Go (Hatchback) jadi juara 1 penggunaan BBM hemat. Senang pastinya.

14195627821233024978
Hasil akhir Digital Tachometer menunjuk angka 18,9 km/l. Jadi juara 1. (Foto Ganendra)

Dari keseluruhan acara tes Tantangan Hemat BBM Datsun itu saya cukup puas. Selain memperoleh pengetahuan dan wawasan soal berkendara hemat BBM juga berkesempatan membuktikan hemat BBM Datsun Go. Banyak manfaat yang kuperoleh sebagai salah satu peserta Tantangan Hemat Datsun ini.

- Memahami lebih jauh tentang teknis cara berkendara yang tepat dan benar agar kendaraan dapat dimaksimalkan performa mesinya sehingga pemakain BBM menjadi maksimal alias bisa hemat, tak boros.

- Tidak memforsir kendaraan semaunya, misalnya menggeber gas, melakukan pengereman mendadak yang akan mengakibatkan performa mobil tak maksimal, karena menyedot pemakaian BBM lebih boros. Ingat indicator RPM untuk memperoleh perform mesin mobil yang tepat.

- Memberikan kesadaran pentingnya mengubah perilaku berkendara dengan benar. Lebih sabar dan toleran, bukan saja terhadap kendaraan namun juga terhadap pengguna jalan lainnya.

- Pemakaian BBM sesuai dengan performa mobil hasil dari cara berkendara yang benar tentu berdampak positif bagi mesin kendaraan agar lebih awet.

- Mengingatkan kembali akan cinta energy dengan cara berhemat melalui transportasi yang digunakan, seperti mobil.

Hal yang pasti, aku telah membuktikan sendiri bahwa Datsun Go (Hatchback) bisa diandalkan sebagai mobil yang didesain sebagai produk kendaraan roda empat yang hemat BBM. Selebihnya bergantung kepada para pengemudinya. Santun dan mengetahui cara mengemudi yang benar maka akan menunjang pemakaian BBM yang lebih efesien. Sooo masih suka asal geber, ‘memperkosa’ mesin? Tinggalkan kebiasaan Anda. Salam hemat energi. Salam Otomotif.


@rahabganendra

1419561722218044280
Peserta uji Tantangan Hemat BBM Datsun. (Dokpri)


Artikel ini ditayangkan juga di Blog Akun Kompasiana milik Penulis dengan judul:  Uji Tantangan Hemat BBM, Datsun Terbukti Irit Banget! 

 

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Featured Post

(VLOG) Slalom Daihatsu New SIRION 2015

Peluncuran Daihatsu City Car NEW SIRION dan Slalom Sirion Time Battle 2015 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 14 Februa...