In Event Oto

Menguji Kehandalan Chevrolet Spin, Rute Jakarta - Gunung Salak Bogor

Chevrolet SPIN Test Drive dan Kompasiana, Sabtu 14 September 2013
Rasa penasaran akan kehandalan dan kenyamanan perform dan fasilitas mobil Chevrolet SPIN (Chevy Spin) terjawab sudah. Sabtu, 14 September 2013, saya berkesempatan membuktikan ‘kampanye’ kehandalan mobil ini dalam acara Chevrolet SPIN Test Drive yang digelar Kompasiana (K).

Bersama 30 peserta warga dunia ‘K’, dan tujuh mobil Chevy Spin, sukses menaklukan rute jalanan Jakarta dan ganasnya trek pegunungan Gunung Salak Endah Bogor, Jawa Barat.
Sekitar pukul 06.10 wib saya tiba di Bentara Budaya, Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta. Namun ternyata saya kepagian meski jadwal kumpul pukul 06.00 wib.

Belum ada yang datang. Baru beberapa menit kemudian peserta yang lain mulai berdatangan. Setelah mengisi absensi, menikmati makanan ringan, pihak panitia memberikan briefing serta membagi kelompok. Pukul 08.00 wib lewat, kami mulai berkumpul halaman parkir orange di belakang gedung Bentara Budaya.
Kenal Lebih Dekat Chevrolet SPIN
Sesaat setelah mendapat informasi tim pembagian mobil dari panitia, kami bersiap di mobil masing-masing. Sebanyak tujuh buah mobil berjajar rapi di pelataran parkir. Enam warna gelap, satu berwarna putih. Tim saya mendapat bagian test drive mobil chevy spin nomor 06.

Saya pun bergegas mencari mobil nomor 06. Ternyata berada di bagian tengah. Di kaca belakang nampak stiker bertuliskan ‘Chevrolet SPIN Test Drive Kompasiana’ dan angka 06.
Inilah mobil yang siap kucoba kehandalannya beserta empat rekan lainnya. Sebuah mobil Chevrolet SPIN LS berplat B 1346 KOQ, transmisi 5 speed manual, warna biru metalik. Bermesin diesel, 1300 cc, 4 valves per cylinder produk pabrikan pertama General Motors selaku APM Chevrolet di Indonesia. Mobil bermesin diesel pertama kalinya di negeri ini untuk kelas 1200 cc – 1500 cc.

Chevrolet SPIN LS berplat B 1346 KOQ No. 6 berbahan bakar solar
Tongkrongannya ciamik, elegan, dan praktis. Itu kesan saya pertama melihatnya, sangat pas untuk mobil keluarga maupun anak muda. Baik dari segi ukuran maupun model. Ukurannya tak seperti produk mobil Amerika yang umumnya besar, mungkin Chevy Spin ini didesain menyesuaikan dengan postur orang Indonesia.
Penasaran ingin melihat lebih dekat, saya buka pintu depan dan duduk di bagian pengemudi. Memperhatikan komponen satu persatu, serta mengatur ‘joknya’ senyaman mungkin. Dasboard lengkap dengan panel-panelnya. AC, fitur radio, tombol kunci pintu, fasilitas menelpon dan lain-lain.

Mesin kunyalakan. Meski bermesin diesel tapi suara mesin tidak terlalu terdengar di kabin, mirip dengan suara mesin berbahan bakar bensin. Indikator bensin eeh solar menunjuk ‘full.’ Di setiap jok dilengkapi safety belt demi keamanan. Saat asyik-asyiknya mengamati, terdengar instruksi panitia.

Interior Chevrolet Spin LS 1300 cc

“Mobilnya tolong dimundurin semua,” terdengar suara pihak panitia lewat pengeras suara.
“Mas, mau mundurin mobilnya?” Tanya Rio salah satu admin Kompasiana yang satu tim dengan saya, melalui jendela depan.
“Oke, boleh,” jawab saya.

Saya lepas rem tangan, lalu kupegang tuas transmisi, karena mobil manual dan kucoba memindahkan ke gigi mundur kearah belakang, layaknya mobil umumnya. Namun aneh, tuas tak mau pindah. Selidik punya selidik kuperhatikan gagang tuas lebih teliti.

Disitu kode huruf ‘R’ tertulis sebelah angka 1. “Ooo jadi mundurnya, tuas harus kearah depan,” gumam saya sendirian. Umumnya tuas ‘R’ kearah kanan mentok, lalu geser mundur. Ternyata Chevy ini lain. Khas Amrik banget.
Langsung saja, tuas kuarahkan ke depan, ke ‘R’. Berhasil. Penuh perasaan kumainkan pedal kopling dan gas seirama dan seharmonis mungkin, maklum manual. Setelah kutambah gas, eeh, kok mobil malah maju lagi, bukan mundur. Kulepas pedal gas.

Kuperhatikan tuas gigi, kucoba ulang tarik dan memindahkan arah ke depan sesuai ‘gambar’ di pangkal tuas, ‘R’. Sekali lagi kuinjak pedal gas. “Eeh lha kok malah maju lagi.”
Untung saja Rio melihat, dan membuka pintu depan bagian kiri, ia memberitahukan bahwa ada bagian tengah tuas yang harus dinaikkan, saat berpindah ke gigi ‘R’.
“Ini diangkat naik dulu Mas, baru tuas dorong ke depan, masuk deh ke gigi mundurnya. Maaf tadi lupa kasih tau,” katanya sambil jarinya menunjuk ke tuas bagian tengah.
“Oooo begitu yaa,” jawab saya keqi. Maklum pertama kali nyobain mobil gaya Amerika, jadi perlu adaptasi.
Bagian tengah tuas transmisi harus digeser ke atas untuk posisi mundur
Saya ikuti instruksi Rio tadi. Bagian tengah tuas transmisi kunaikkan, lalu tuas saya geser ke depan, ke tanda ‘R’. Gas kuinjak perlahan bersamaan itu kopling saya lepas berirama. Berhasil, mobil mundur dan terpakir sejajar dengan mobil lainnya. Satu kunci mengemudi mundur berhasil. Meski agak kagok, karena tak biasa. Pertama kali merasakan aroma mobil khas Amrik.
Selanjutnya kami siap berangkat. Pertama yang menyetir adalah Mulky. Saya mendapat bagian kedua setelah sampai di rest area 34. Secara konvoi satu persatu mobil chevy spin mulai meninggalkan pelataran parkir itu.
Jelajah Test Drive Chevy SPIN
Beruntung perjalanan dimulai saat masih pagi, jadi jalan Jakarta masih lumayan lengang, apalagi hari Sabtu banyak kantor libur. Perjalanan pun lancar hingga masuk tol dalam kota. Mulky mengemudi santai.

Saya duduk di jok bagian tengah sebelah kiri. Sejuk ruangan terasa dari AC yang menyala. Ternyata blower AC ada di tiga baris jok. Mulky sharing soal kondisi dari posisi pengemudinya. Menurutnya tenaga bagus, ruang setir dan posisi jok nyaman.
Getaran jalan tol dalam kota tak terasa diredam suspensi penopang McPherson milik Chevy Spin ini. Nyaman dan lembut. Sesekali sedikit menghentak halus saat mobil menyalib. Saya menikmati perjalanan sambil melihat-lihat peta arah tujuan.

Memastikan rutenya, karena bagian menyetir berikutnya adalah saya, hingga ke tujuan utama Gunung Salak Endah Bogor. Tak terasa sampailah kami di rest area 34 di kawasan Sentul, Bogor.
Chevrolet Spin menjelajah beragam medan
Tak lama berselang, perjalanan dilanjutkan. Satu persatu mobil mulai bergerak masuk jalan tol Jagorawi. Kamipun masuk ke mobil. Giliran saya menjadi ‘joki’ Chevy Spin kali ini. Saya memilih menjadi pengemudi kedua dengan alasan, agar mendapatkan medan yang lengkap untuk memperoleh kepuasan menjajal Chevy Spin ini.

Alasan pertama, di jalan mulus tol jagorawi (Sentul – keluar tol Kebun Raya Bogor) untuk menguji kecepatan. Kedua, menguji manuver di ramainya jalanan kota Bogor melalui Jl. Pajajaran dalam kota hingga Dharmaga. Ketiga, menguji power untuk tanjakan dan jalan terjal Gunung Salak Endah. Lengkaplah sudah medan trek dengan hambatan yang berbeda.
Penasaran akan kemampuan mobil bermesin diesel 1300 cc ini apakah mampu dikendarai dalam kecepatan tinggi dengan stabil, saya mencoba memacunya di tol. Sesaat setelah keluar dari rest area 34, saya langsung pacu mobil Amerika itu. Saya mainkan pedal-pedalnya sebebas-bebasnya.
‘Mumpung tol tak ramai lalu lalang kendaraan, sekaligus test,” kata saya dalam hati.
Gigi pertama pindah ke gigi dua, kuinjak pedal gas. Perpindahan gigi sangat halus dan mudah dilakukan. Beberapa detik, gigi telah berpindah lagi, kecepatan 100 km/ jam dengan mudah dicapai. Tak banyak tenaga untuk memainkan kopling, sangat ringan.

Ternyata akselerasi ‘oke punya.’ Enteng larinya. Kecepatan naik terus, mobil terasa ‘anteng,’ tenang tidak ‘ngleyang,’ limbung atau melayang. Pengaruh dari penggunaan baja pada chassis rangka monochoke. Saya benar-benar merasakan kemantapan mobil ini di kecepatan tinggi.
“Mas Rio, benar gak neh penunjuk kecepatannya, tak terasa goyangannya,” komentarku pada Rio yang duduk di sebelah, sambil melihat angka kecepatan mendekati 130 km/ jam di speedometer. Maksud saya, di kecepatan itu, Chevy Spin tetap stabil.
Tak lama kemudian kami keluar tol melalui tol Kebun Raya Bogor hingga sampai Terminal Baranangsiang Bogor. Saya melajukan ke jalan Pajajaran yang lumayan ramai. Saatnya menguji suspensi untuk bermanuver.

Menyelib-nyelip diantara kendaraan lainnya, Chevy Spin ini cukup lincah  bermanuver di jalanan dalam kota. Bodinya yang berukuran praktis dengan mudah melibas jalanan dalam kota Bogor yang tak begitu lebar. Hingga melewati Kebun Raya Bogor, langsung kearah barat menuju kawasan Dharmaga. Jalanan lancar, meski tak bisa memacu lebih kencang.
Lumayan jauh jarak tempuhnya. Setelah sampai kawasan Cikampak, saya ambil jalan ke kiri, saatnya naik ke Gunung Salak Endah. Saya bertanya-tanya dalam hati, mampukah Chevi Spin dengan kapasitas 1300 cc ini menaklukan tanjakan pegunungan?
Mesin bertenaga 4 Valves Per Cylinder menaklukkan trek pegunungan

Keraguan saya terjawab. Saya berusaha mengemudikan dengan mencermati kondisi jalan. Jalan menanjak, sempit, berlubang cenderung rusak. Suspensi McPherson kembali teruji saat menikung dan menanjak. Sangat terasa fungsi suspensi bekerja dengan baik. Getaran akibat jalan tak rata dan berlubang teredam.

Jalanan yang rusak mengharuskan saya bermanuver agar tidak kehilangan momen torsi saat menanjak. Kinerja suspensi yang baik tidak menyebabkan mobil limbung. Tak heran jalan berkelok, tikungan tapal kuda, trek lurus tanjakan dan turunan, jalan aspal campur tanah pegunungan dapat saya lewati dengan baik.

Fasilitas power-steering hidroliknya yang mumpuni memungkinkan trek tikungan tajam khas pegunungan dilibas dengan mudah. Dukungan tenaga Chevy Spin sangat tangguh. Luar biasa mesin diesel 1300 cc ini mampu meredam beragam tanjakan Gunung Salak!
Tengah hari, sampailah kami ke tempat tujuan, yakni Curug Cihurang di Gunung Salak Endah. Kuperhatikan indikator solarnya, berkurang satu strip! Saya pikir lumayan irit di medan yang tergolong cukup berat dan memakan waktu perjalanan 4 jam lebih.
Kami lalu berkumpul dengan teman-teman lain yang sudah sampai. Makan siang bersama dengan menu sederhana tapi mengundang selera. Ada ayam goreng, tempe, sambal terasi dan lain-lain. Setelah Mas Aris dari panitia menjelaskan detail Chevy Spin, dilanjutkan dengan games. Lumayan seru. Selesai, kami berkesempatan bersantai di Curug, berupa air terjun dengan air yang dingin. Beberapa teman berkesempatan foto-foto.
Nyaman Sebagai Penumpang
Selesai acara di Curug Cihurang, seiring mendung dan gerimis yang mulai turun, kami bersiap turun gunung melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Joki ketiga adalah Dabby, wartawan SCTV. Tugas Dabby membawa Chevy Spin turun gunung dibawah cuaca hujan yang mulai deras, menembus hutan basah. Saya memilih duduk di jok belakang sendirian. Ingin merasakan bagian belakang mobil Amrik ini.
Turun melintasi trek Gunung Salak Endah di Wisata Halimun yang basah.
Saya berbaring, meski tak memuat panjang tubuh saya. Kulihat bagian belakang ini diperuntukkan untuk anak-anak sesuai desainnya yang tak terlalu luas. Ada bagasi kecil dibalik joknya.

Sarana blower AC dibelakang juga ada, jadi kesejukan bisa diatur merata ke seluruh bagian dalam mobil. Sesuai keinginan. Kalau diperhatikan Chevy Spin ini memang didesain sebagai mobil keluarga, memuat penumpang satu keluarga 6 - 7 orang, terdiri orang dewasa dan anak-anak. Sangat sesuai, cocok dan nyaman.
Dabby cukup tenang mengemudi, menjalankan mobil dengan hati-hati di barisan kedua konvoi. Hari mulai merambat gelap, apalagi sinar senja remang-remang tertutup oleh barisan pepohonan di gunung itu.

Memasuki tol Jagorawi, hujan semakin deras, menghambat penglihatan kearah jalan. Wiper mobil  dijalankan, menyapu aliran air hujan di kaca depan. Dabby menjalankan mobil perlahan, mengimbangi irama kecepatan mobil lainnya.
Sesaat kami berhenti di rest area 38, Rio menggantikan Dabby menyetir. Rio sebagai pengemudi terakhir, wajib menyelesaikan rute. Nampaknya dia cukup menguasai kondisi lalu lintas jalan tol. Kami lewat melalui tol yang kearah Pondok Indah, karena perkiraan tol dalam kota macet di malam minggu itu.
Nyaman berkendara di malam hari
Tanpa terasa, kenyamanan Chevy Spin ini membuatku tertidur. Saya tidak mengetahui lagi kondisi jalan setelahnya. Saya terbangun saat mobil telah sampai di garis finish, pelataran parkir orange di kantor Kompas. “Wah nikmat juga bisa tertidur di mobil bermesin diesel ini.” 

Terbukti kenyamanan dan kehandalan Chevrolet Spin bukanlah isapan jempol. Selamat dan sukses untuk Chevrolet Spin.
Rute Chevrolet Spin Test Drive dari Jakarta - Gunung Salak Endah Bogor
Salam jelajah.
*Catatan perjalanan jelajah Chevrolet SPIN Test Drive. Semua foto adalah foto pribadi.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Featured Post

(VLOG) Slalom Daihatsu New SIRION 2015

Peluncuran Daihatsu City Car NEW SIRION dan Slalom Sirion Time Battle 2015 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 14 Februa...